Direct lesson.

It was my birthday, on last Sunday. 28th September. I wasn't really excited about it actually. I even questioned myself, what have I done for the past twenty-one years ? What have I contribute to the family, people around me, own achievement, for islam? None. nothing fancy, nothing extra-ordinary. Silence. Tak sehebat al-Fateh yang menakluk Constatinapole. Malu sendiri. Malu, malu, lemah longlai hanya tahu mengeluh siapkan assignment. Allahu, banyak lagi perlu betulkan diri. Berangan nak bagi anak nama "al-Fateh" , kononnya nak anak hebat mcm al-Fateh juga. LOL. Diri sendiri pun tak cukup tarbiyah lagi. -_-"
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)
At the same day, opah juga meninggal pada hari itu. Allah, Dia nak bagi pengajaran yang hari jadinya aku ini, yang aku tiap tahun bilang, pada hari yang sama, ada orang yang akhirnya hari itu. Tak perlu sambut beriya-iyaa. Boleh jadi hari itu, hari aku juga yang pergi. Tarbiyah dari Allah. Sangat sangat besar tarbiyah yang Dia nak beri. Dalam pada aku membilang berapa lama sudah aku hidup udara, orang yang paling dekat hilang nikmat itu. Allah, indeed, He is the best planner. Sangat ironi. Sebak. Lepas ini, tak tahu pula, bila penamatnya kita? Sibuk membilang hari bukanya mata keluar dari rahim yang boleh dikira dengan jari, kita lupa bilang saat kita pergi yang memang kita tak boleh duga langsung. 

“Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS. Qaaf:19)
" Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
" Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. " (Al-Luqman: 34)
 http://www.usahataqwa.com/wp-content/uploads/2010/10/empat-perkara.jpg
Ironi, antara tersurat dan tersirat. Hanya mampu sebak disaat opah pergi, hanya mampu takung air mata tak dapat pulang untuk lihat opah terakhir kali. Tapi itulah , disinilah teruji tarbiyah di bumi Australia ini. Sungguh Allah lebih mengetahui, aku manusia, perlu redha. Ini Qada dan Qadar dari-Nya. Sungguh, doa itu lebih berharga dari airmata. Al-Fatihah buat opah yang sangat banyak memberi pengajarang secara tidak langsung dari aku kecil hingga besar. Benar, hargailah orang yang ada selagi belum tiba ajalnya. Mungkin klise, tapi manusia ini lumrahnya gemar lupa, leka, hanyut. Bila dah tiada, baru rasa hiba. Kau tak tau, mungkin nanti, kejap lagi, mungkin kau, mungkin aku juga , waktunya akan berhenti. Muhasabah..

yang hidup perlu terus melangkah, moga ini menjadi asbab kepada perubahan yang lebih besar, menjadi kekuatan untuk terus memperbaiki diri.
 
"Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.." (At-Taghaabun : 11)
 

No comments: